Kirim Artikel

Daftar Isi [Tampilkan]
Kirim Artikel | Aurealisa

Ingin tulisanmu dimuat di situs aurealisa.blogspot.com? Kini kami membuka kesempatan bagi siapa saja untuk berkontribusi mengirimkan artikel bermanfaat yang akan dibaca ratusan pembaca kami setiap harinya, mungkin bisa lebih '3')

Perlu diperhatikan, Aurealisa tidak akan langsung menerbitkan artikel kiriman pembaca. Aurealisa akan memilah artikel yang nantinya akan naik ke editor untuk diterbitkan. Bila ingin artikel kamu cepat dipublikasikan, silakan ikuti ketentuan di bawah ini:

Syarat & Ketentuan:

  1. Artikel merupakan karya sendiri
  2. Artikel bersifat baru, belum pernah dipublikasikan sebelumnya
  3. Artikel memiliki panjang minimal 300 kata
  4. Artikel tidak wajib memiliki foto
  5. Artikel wajib mencantumkan sumber atau referensi

Kirim artikelmu ke email ensikology@gmail.com dengan subjek "KIRIM ARTIKEL | JUDUL ARTIKEL". Tambahkan juga data dirimu seperti nama lengkap, nomor telepon, domisili, dan akun media sosial (bila ada) di badan email.

Setiap artikel yang diterima dan diterbitkan akan muncul atas nama penulis tersebut. Bagi penulis yang aktif mengirim artikel ke aurealisa.blogspot.com, maka berkesempatan untuk menjadi penulis tetap. =3=)

Selamat menulis!


Catatan: Kami tidak memberikan honorarium untuk kiriman artikel.

Jika menulis

Menulislah tanpa berharap untuk terkenal. Karna jika tak ada yang menyanjungmu, pasti kamu akan berhenti menulis.

Menulislah tanpa berharap untuk kaya. Karna memang tak ada penulis yang benar-benar kaya, karna menulis adalah untuk kepuasan jiwa bukan kelimpangan harta.

Menulislah tanpa perlu memiliki karya buku. Karna idemu akan mati jika menulis hanya sekedar ingin menerbitkan buku, dan berharap dikenal karna karyanya. Hati-hati nanti kalo sudah punya buku tapi belum, pasti ingin berhenti menulis.

Menulislah karna ingin menumpahkan apa yang ada di hati dan kepala, menulislah karna ingin menebarkan manfaat kepada semesta, menulislah agar mewariskan pemikiran kepada keturunan nantinya, menulislah karna ingin berharap ridho darinya, dari ilmu yang bermanfaat yang dituliskan lalu ditebarkan. Agar tumbuh optimisme bukan kegalauan, agar tumbuh semangat bukan futur karna maksiat.